Es Teh Indonesia: Minuman Paling Sederhana yang Jadi Fenomena Nasional
Tidak semua cerita besar dimulai dari ide rumit. Ada yang justru lahir dari pertanyaan paling mendasar:
“Kenapa es teh—minuman paling umum di negeri ini—tidak pernah diperlakukan serius sebagai brand?”
Pertanyaan itu terdengar sepele. Tapi jawabannya melahirkan Es Teh Indonesia.
Di warung, di rumah makan Padang, di angkringan, di acara hajatan—es teh selalu ada. Murah. Dingin. Familiar. Tapi selalu anonim. Tidak punya identitas. Tidak punya cerita.
Es Teh Indonesia datang untuk mengubah satu hal itu saja: memberi nama dan sistem pada sesuatu yang sudah dicintai semua orang.
Dan di situlah kekuatannya.
Bukan Inovasi Rasa, Tapi Inovasi Makna
Mari jujur. Es Teh Indonesia tidak menjual rasa yang “wah”. Tidak ada klaim eksperimental. Tidak ada jargon artisan. Bahkan menunya sangat bisa ditebak.
Tapi justru itu poinnya.
Es Teh Indonesia paham bahwa yang mereka jual bukan rasa baru, tapi rasa yang sudah ada di memori kolektif orang Indonesia. Minuman ini bukan untuk dicoba sekali. Ini untuk diminum berulang-ulang, tanpa drama.
Brand lain berlomba jadi unik. Es Teh Indonesia memilih jadi familiar—tapi rapi.
Dari Minuman Rakyat ke Sistem Nasional
Yang membuat Es Teh Indonesia menarik bukan produknya, tapi skalanya. Ini adalah contoh bagaimana sesuatu yang sangat lokal dan sederhana bisa dinaikkan kelasnya lewat sistem.
Gerai-gerainya ada di mana-mana. Dari kota besar sampai daerah. Dari mal sampai pinggir jalan. Formatnya fleksibel. Identitasnya konsisten.
Es teh, yang dulu identik dengan “tambahan gratis”, kini berdiri sebagai produk utama. Itu perubahan mental model, bukan sekadar bisnis.
Dan perubahan mental model jauh lebih sulit ditiru.
Branding yang Tidak Malu Jadi Indonesia
Banyak brand Indonesia dulu takut terlihat “terlalu lokal”. Nama kebarat-baratan, visual generik, seolah harus tampak global dulu baru dianggap serius.
Es Teh Indonesia mengambil arah sebaliknya. Namanya gamblang. Terang. Tidak ambigu. Bahkan sedikit menantang.
Ini bukan brand yang minta diterima. Ini brand yang mendeklarasikan identitas.
Dan anehnya, justru itu yang membuatnya kuat di mata Gen Z: autentik, tidak sok.
Harga yang Demokratis
Es Teh Indonesia tidak bermain di harga tinggi. Mereka tahu pasar mereka luas. Sangat luas. Dari pelajar sampai pekerja kantoran. Dari ojol sampai keluarga.
Harga dibuat supaya orang tidak perlu berpikir dua kali. Tidak ada rasa bersalah. Tidak ada perasaan “ini terlalu mahal untuk sesuatu yang seharusnya sederhana”.
Itu penting. Karena es teh bukan simbol status. Ia simbol keseharian.
Brand ini tidak mencoba mengubah itu. Mereka merangkulnya.
Gerai yang Tidak Mengintimidasi
Masuk ke gerai Es Teh Indonesia tidak terasa seperti masuk ke “ruang gaya hidup”. Tidak ada tekanan sosial. Tidak perlu berpakaian tertentu. Tidak perlu nongkrong lama.
Datang. Pesan. Ambil. Minum. Jalan.
Ini gerai yang menghormati waktu orang.
Di kota yang serba cepat, itu nilai yang sering dilupakan brand lain.
Franchise yang Bertumpu pada Volume, Bukan Ego
Dari sisi franchise, Es Teh Indonesia sangat sadar diri. Mereka tidak menjual mimpi muluk. Mereka menjual sistem yang bekerja jika dijalankan dengan disiplin.
Margin per cup mungkin tidak spektakuler. Tapi volumenya besar. Konsumsinya berulang. Target pasarnya stabil.
Ini bukan franchise untuk pamer. Ini franchise untuk kerja.
Dan itu cocok dengan banyak mitra di Indonesia yang lebih peduli cashflow daripada citra.
Kenapa Bisa Meledak?
Jawabannya bukan satu faktor. Tapi kombinasi:
– Produk yang sudah diterima budaya
– Harga yang masuk akal
– Branding yang jelas
– Sistem yang bisa direplikasi
– Distribusi yang agresif
Es Teh Indonesia tidak menunggu tren. Mereka menciptakan standar.
Setelah itu, barulah banyak brand “es teh kekinian” bermunculan. Tapi pionir selalu punya keunggulan memori.
Tantangan yang Tidak Bisa Disangkal
Namun, kesederhanaan juga membawa risiko. Diferensiasi produk terbatas. Mudah ditiru. Persaingan ketat. Jika kualitas turun sedikit saja, konsumen cepat pindah.
Brand seperti ini hidup dan mati oleh konsistensi.
Selain itu, terlalu cepat ekspansi tanpa kontrol bisa jadi bumerang. Sistem franchise yang masif butuh pengawasan yang tidak main-main.
Es Teh Indonesia tidak kebal dari itu.
Es Teh Indonesia Itu Cermin
Pada akhirnya, Es Teh Indonesia bukan sekadar bisnis minuman. Ia cermin tentang bagaimana sesuatu yang sangat biasa bisa jadi luar biasa jika dikelola dengan benar.
Bukan dengan mengubah es tehnya. Tapi dengan mengubah cara kita melihatnya.
Buat Gen Z, ini brand yang jujur.
Buat konsumen umum, ini minuman yang bisa diandalkan.
Buat mitra, ini mesin volume yang realistis.
Tidak semua brand harus jadi unik. Ada yang cukup jadi tepat.
Dan Es Teh Indonesia, sejauh ini, memilih jalan itu dengan sadar.
Franchise Es Teh Indonesia , Semua orang pasti sudah familiar dengan minuman es teh. Minuman yang bisa masuk ke kelas warung tegal hingga restoran bintang lima ini juga punya versi lain yang akan sangat mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.
Sebuah bisnis franchise bernama Es Teh Indonesia mendobrak pakem bahwa es teh hanyalah sebuah minuman teh manis yang dicampur dengan es batu. Usaha waralaba ini menyajikan beragam jenis es teh dengan varian rasa yang sangat variatif dan tetap enak dinikmati oleh lidah masyarakat lokal.
Rasa yang ditawarkan oleh Es Teh Indonesia di atas seolah mendobrak anggapan masyarakat bahwa es teh semuanya memiliki cita rasa yang sama dan membosankan. Mereka berani mencampur buah dengan teh serta paduan sea salt, buah berry, leci dan sebagainya dipadukan hingga melahirkan minuman yang sangat luar biasa berbeda dari kebanyakan minuman es teh pada umumnya.
Es Teh Indonesia ini naik daun lantaran juga dimiliki oleh artis terkenal Nagita Slavina. Namanya melejit dan semua orang langsung tahu dengan brand ini sehingga kesadaran merk masyarakat terhadap merk minuman es teh tersebut meningkat secara drastis.
Hal tersebut memudahkan semua mitra yang ingin bergabung partnership dengan Es Teh Indonesia karena tidak perlu membangun nama brand usahanya dari nol lagi karena terbantu dengan branding nama besar artis yang melekat dengannya.
Namun hal itu bukan berarti jika usaha waralaba Es Teh Indonesia hanya mendompleng nama besar artis semata, karena bisnis ini juga berkualitas dan punya sistem yang unggul dalam hal perluasan jaringan.
Usaha minuman es teh ini sudah langsung menyebar ke seluruh pelosok tanah air begitu mulai rilis ke pasaran. Es Teh Indonesia memakai bahan baku teh berkualitas asli Indonesia dan bahan – bahan pilihan yang dijamin higienitasnya.
Franchise Es Teh Indonesia
Hal itu membuat Es Teh Indonesia mempunyai banyak konsumen setia yang merupakan sumber keuntungan bagi pemilik tiap cabang outlet. Sedangkan dari sisi mitra bisnis, akan sangat menghemat budget promosi dan iklan usaha sebab sudah banyak orang yang mengenali brand Es Teh Indonesia. Jika Anda tertarik membuka usaha minuman kekinian, anda bisa coba Es Teh Indonesia.
Es Teh Indonesia memiliki sasaran pasar yang luas dari semua kalangan dan tak terbatas karena semua orang pasti tahu es teh dan jarang ada orang alergi teh sehingga lebih aman bagi penderita intoleransi laktosa yang biasanya terdapat pada minuman berbahan dasar susu.
Kenapa Anda harus memilih Es Th Indonesia untuk dijadikan bisnis franchise? Pertama karena harga franchise dan kemitraannya cukup affordable, kedua karena perusahaannya memiliki profil yang high class dan menawarkan keuntungan dengan margin yang tinggi.
Alasan ketiga kenapa harus memilih brand Es Teh Indonesia untuk dijadikan usaha adalah karena produk minumannya sangat dibutuhkan dan cukup berkualitas, tim di dalam perusahaannya juga bukan orang sembarangan, mereka sangat menjunjung tinggi profesionalisme.
Es Teh Indonesia memiliki mimpi untuk bisa menjadi bisnis franchise yang menghasilkan pengusaha berkualitas dan memberikan wawasan mengenai bisnis yang berbasis teknologi agar semua pengusaha F&B khususnya yang tergabung dalam manajemen Es Teh Indonesia bisa berkembang dan sama – sama belajar.
Dei mewujudkan mimpi dan cita – cita tersebut maka Es Teh Indonesia berusaha menciptakan produk yang berstandar Internasional, Mewadahi orang – orang yang berkeinginan menjadi pengusaha yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya serta membangun jaringan pengusaha di Indonesia sampai berjumlah 7.000 orang demi memajukan jiwa kepemimpinan dan entrepreneur bagi orang Indonesia.
Jika anda ingin bergabung menjadi mitra Es Teh Indonesia, silahkan datag ke kantor pusatnya di alamat Jl. Pandu Raya no.5 RT/RW 01/05, Tegal Gundil, Kec. Bogor Utara, Jawa Barat 16152. Atau Anda bisa kontak nomor Whatsapp 08127731744.
Dengan biaya 130 juta saja Anda sudah bisa memiliki satu outlet cabang Es Teh Indonesia di lokasi yang anda tentukan sendiri. Tentunya lokasi ini harus disurvey dulu oleh tim dari kantor pusat untuk mengetahui apakah sesuai dengan standar yang dimiliki oleh franchisor atau belum.
Es Teh Indonesia adalah brand yang menyughkan es teh dengan konsep premium dimana outletnya biasanya tidak berupa booth saja tapi ada tempat yang khusus disediakan untuk para pembeli yang ingin minum es teh di tempat. Maka dari itu ada agenda survey lokasi yang cukup ketat dari pihak kantor pusat.
Es Teh Indonesia memiliki harga franchise sebesar Rp. 130.000.000,- dimana sudah termasuk fasilitas berupa:
- Pembangunan outlet
Pembangunan atau renovasi outlet cabang termasuk ke dalam biaya kemitraan. Hal yang mencakup pembiayaan renovasi outlet adalah pemasangan reklame, banner, cat outlet dan penataan ruangan. Mengenai biaya sewa outlet bukan tanggung jawab manajemen Es Teh Indonesia.
- Seluruh peralatan dan perlengkapan
Semua perlengkapan untuk jualan dan peralatan seperti blender, kulkas, wadah – wadah minuman, cup selaer, toples serta semua perlengkapan dapur yag dibutuhkan untuk proses pembuatan minuman merupakan bagian dari fasilitas yang akan diperoleh mitra dan dicover oleh pihak kantor pusat Es Teh Indonesia.
- Biaya survei lokasi bisnis
Survey lokasi biasanya harus membayar biaya lagi, namun di Es Teh Indonesia bisa didapatkan secara gratis karena sudah dicover dan termasuk ke dalam biaya kemitraan yang telah dibayarkan oleh mitra di awal perjanjian kerja sama.
Di tahap ini, tim survey akan memberikan masukan terkait lokasi usaha yang diusulkan oleh mitra. Mereka akan mengevaluasi apa saja yang perlu dirubah atau dirombak dari lokasi usaha yang mau dipakai sebagai tempat outlet cabang Es Teh Indonesia berdiri.
baca juga
- Grand opening
Fase grand opening membutuhkan banyak orang yang bersedia untuk memback up bagian produksi di outlet karena biasanya pada masa grand opening ini pembeli akan banyak yang berdatangan untuk merasakan produk yang dijual di outlet.
- Commitment & license fee
Biaya lisensi brand dan komitmen kerja sama sudah termasuk ke dalam dana yang sejumlah 130 juta tadi jadi mitra tidak akan dimintai biaya tambahan lagi untuk selanjutnya.
- Biaya pelatihan karyawan
Training pegawai bisa diperoleh secara cuma – cuma dan mitra tinggal menyiapkan SDM yang akan dilatih oleh tim dari pusat. Setiap tenaga kerja akan dilatih agar mampu menjalankan tugas sesuai dengan bagiannya masing – masing.
- Bahan baku awal pembukaan outlet
Tiap outlet akan mendapatkan bahan baku awal untuk masa grand opening yang sudah masuk ke dalam biaya kemitraan yang telah dibayarkan ke kantor pusat. Namun untuk pembelian bahan baku selanjutnya tidak gratis lagi karena stok yang habis harus diperbaharui dan mitra diwajibkan membeli stok bahan baku di kantor pusat yang biayanya ditentukan oleh jenis dan jumlah yang dibeli oleh mitra.
